, ,

Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis Bripka R Mengaku Tak Bisa Kendalikan Situasi

by -331 Views

Pengakuan Sopir Rantis Brimob yang Tewaskan Ojol Affan Kurniawan: Antara Tugas dan Keselamatan Warga

News Tutuyan– Kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob menimbulkan gelombang duka sekaligus kemarahan publik. Tragedi ini terjadi ketika aparat tengah melakukan pengamanan massa, hingga situasi memanas dan berujung pada insiden maut.

Kini, sopir rantis yang mengemudikan kendaraan tersebut, Bripka R, akhirnya buka suara dalam pemeriksaan Propam. Ia menceritakan alasannya tetap menerobos kerumunan meski berisiko menabrak orang di jalan.

“Kalau Berhenti, Habis Pak”

Dalam pengakuannya, Bripka R menyebut situasi saat itu sudah sangat genting. Massa disebut melempari kendaraan dengan batu hingga bom molotov. Ia merasa keputusan menginjak gas adalah satu-satunya cara menyelamatkan dirinya dan enam anggota Brimob lain di dalam kendaraan.

“Itu mobil kalau saya berhentikan habis, Pak. Karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai bom molotov. Saya sebagai driver harus mampu menyelamatkan orang dalam kendaraan saya. Kalau saya berhenti habis pokoknya,” ucap Bripka R di hadapan pemeriksa Propam.

Namun, alasan itu berbanding terbalik dengan nasib Affan yang berada di jalur lintasan rantis. Bripka R mengaku tak mengetahui ada warga di jalur tersebut karena keterbatasan pandangan.

Rantis yang ia kemudikan dilaporkan memiliki kaca dengan pelindung (ram) berwarna gelap. Ditambah asap dari sekitar lokasi, jarak pandang Bripka R kian terbatas.

“Mobil saya tinggi, kaca saya pakai ram gelap. Saat itu asap penuh, saya pakai lampu tembak, jadi saya hanya fokus ke depan. Kanan kiri tidak saya perhatikan,” ujarnya.

Bripka R menegaskan, ia hanya menghantam apapun yang ada di jalan karena tak bisa membedakan apakah itu batu, pecahan, atau benda lain. “Kalau nggak saya terobos, habis Pak. Massa sudah penuh,” tambahnya.

Spesifikasi Rantis: Bukan Kendaraan Biasa

Rantis yang diduga menabrak Affan adalah Rantis Rimueng, kendaraan tempur buatan dalam negeri dengan spesifikasi tinggi. Mesin 3.200 cc, mampu melaju 100 km/jam di jalan perkotaan, serta bisa menaklukkan medan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat.

Pengakuan Driver Rantis Brimob yang Lindas Ojol Affan hingga Tewas | IDN Times

Baca Juga: Bupati Oskar Manopo Lantik Pengurus LP3KD Boltim Siap Dukung

Dengan bobot yang berat dan performa bertenaga, kendaraan ini jelas tidak bisa diperlakukan layaknya mobil biasa. Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, menilai SOP penggunaan rantis seharusnya sangat ketat.

“Dengan spek tersebut, SOP escape harus dengan penuh perhitungan. Tidak bisa main gaspol. Rantis punya blindspot besar. Yang dihadapi juga harus dilihat: bukan musuh, cuma rakyat. Senjata mereka kayu, besi, helm—yang bahkan tidak bisa merusak rantis,” kata Sony.

Antara Perintah, Risiko, dan Kemanusiaan

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan: apakah benar menerobos massa adalah satu-satunya opsi yang dimiliki Bripka R? Atau seharusnya ada perhitungan lebih matang agar nyawa warga sipil tidak menjadi korban?

Di satu sisi, aparat tentu memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan rekan dan perlengkapan negara. Namun di sisi lain, aparat juga dituntut menjunjung tinggi asas proporsionalitas—menggunakan kekuatan sesuai ancaman yang dihadapi.

Kasus Affan Kurniawan kini bukan hanya soal kecelakaan lalu lintas, melainkan juga potret hubungan antara aparat dan masyarakat dalam situasi genting.

Menanti Transparansi

Publik kini menantikan langkah tegas dari Propam dan pimpinan Polri. Apakah Bripka R akan dikenai sanksi? Atau justru dilindungi dengan alasan menjalankan tugas?

Kasus ini menjadi ujian serius bagi Polri untuk menunjukkan transparansi dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan. Karena di balik setiap kendaraan taktis, ada potensi nyawa manusia yang bisa menjadi korban jika keputusan salah diambil dalam hitungan detik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.