Bupati Boltim Hadiri Penyalaan Listrik Gratis “Light Up The Dream” di Tutuyan

by -377 Views

Bupati Boltim Hadiri Penyalaan Listrik Gratis “Light Up The Dream” di Tutuyan

News Tutuyan – Bupati Oskar Manoppo menghadiri secara langsung kegiatan penyalaan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui program Light Up The Dream yang dilaksanakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Jumat (12/9/2025) di Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.

Program sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara, yang dirancang untuk memperluas jangkauan layanan listrik hingga ke pelosok-pelosok wilayah yang selama ini belum teraliri. Melalui kegiatan ini, PLN ingin menghadirkan keadilan energi serta mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat desa.

Salah satu yang menarik dari program Light Up The Dream adalah sumber dananya berasal dari donasi sukarela para pegawai PLN sendiri. Para karyawan menyisihkan sebagian gaji mereka setiap bulan untuk membantu membiayai pemasangan listrik rumah tangga bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Model gotong royong ini telah menjadi gerakan nasional PLN dan telah menyentuh ribuan rumah di berbagai daerah Indonesia.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat. Kita patut bersyukur karena kini semakin banyak warga Boltim, khususnya di Tutuyan, yang bisa menikmati terang listrik di rumah mereka sendiri,” ujar Bupati Oskar dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah melibatkan jajaran pemerintah daerah dalam pelaksanaan program ini.

Secara keseluruhan, Light Up The Dream pada momentum HUT ke-61 Sulut ini menargetkan 61 rumah tangga penerima manfaat di seluruh provinsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 rumah tangga berada di wilayah kerja PLN ULP Modayag. Rinciannya, 18 rumah tangga berada di Kabupaten Boltim dan 2 rumah tangga lainnya di Kabupaten Minahasa Selatan.

Warga penerima manfaat program ini umumnya berasal dari keluarga prasejahtera, termasuk lansia dan pekerja informal yang selama bertahun-tahun hanya mengandalkan penerangan seadanya seperti lampu minyak atau genset berbagi. Dengan adanya aliran listrik resmi, mereka kini dapat menikmati kehidupan malam yang lebih aman, belajar lebih nyaman, dan menjalankan aktivitas rumah tangga dengan lebih efisien.

“Kami sangat berterima kasih. Sejak rumah ini berdiri, kami hanya pakai lampu botol dan pelita. Sekarang sudah terang, anak-anak bisa belajar malam hari,” ungkap Ibu Lilis, salah satu penerima manfaat program dari Desa Tutuyan.

Pihak PLN juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sebatas penyambungan listrik, tetapi juga mencakup edukasi keselamatan penggunaan listrik di rumah tangga. Masyarakat diberi arahan mengenai penggunaan instalasi yang benar, pentingnya menjaga keselamatan kelistrikan, dan menghindari praktik berbahaya seperti sambungan liar.

Manajer PLN ULP Modayag, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen PLN untuk mendukung program pemerintah dalam pemerataan energi. “Kami berupaya menghadirkan terang hingga ke pelosok, karena kami yakin listrik bukan sekadar penerangan, melainkan pintu pembuka bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Boltim sendiri menyatakan siap bersinergi dengan PLN untuk mendukung keberlanjutan program ini. Ke depan, akan ada pendataan lanjutan bagi keluarga miskin lainnya yang belum teraliri listrik. Diharapkan, pada tahun-tahun mendatang, tidak ada lagi warga Boltim yang hidup dalam gelap.

Dengan terealisasinya penyalaan listrik ini, masyarakat Tutuyan kini menjadi bagian dari transformasi energi nasional. Program Light Up The Dream diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi kehidupan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.