News Tutuyan – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok warga menggelar tahlilan di depan kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendadak viral di media sosial. Peristiwa tersebut menuai beragam reaksi warganet, mulai dari rasa penasaran hingga spekulasi terkait maksud dan latar belakang kegiatan keagamaan itu.
Dalam video yang beredar, tampak puluhan warga duduk bersila sambil melantunkan doa-doa tahlil di depan rumah Jokowi. Beberapa di antaranya terlihat membawa tikar dan perlengkapan sederhana, sementara suasana berlangsung khidmat tanpa adanya kericuhan. Lokasi tahlilan yang berada di depan rumah tokoh nasional membuat momen ini cepat menyita perhatian publik.
Klarifikasi dari Ajudan Presiden
Menanggapi viralnya video tersebut, ajudan Presiden Jokowi akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kegiatan tahlilan tersebut merupakan inisiatif warga dan tidak berkaitan dengan agenda pribadi maupun keluarga Presiden.
“Ini murni kegiatan keagamaan warga. Tidak ada unsur politik atau pesan tertentu. Warga memang sudah biasa menggelar doa bersama,” ujar ajudan Presiden kepada awak media.
Ia juga memastikan bahwa situasi di sekitar kediaman Jokowi tetap aman dan kondusif. Aparat keamanan, kata dia, hanya menjalankan prosedur pengamanan standar tanpa melakukan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat yang berlangsung secara tertib.

Baca juga: Ramadan 2026 di Malinau Kaltara, Jam Belajar di Sekolah Lebih Singkat
Respons Warga dan Tokoh Masyarakat
Sejumlah warga sekitar menyebutkan bahwa kegiatan tahlilan tersebut dilakukan sebagai bentuk doa bersama dan solidaritas sosial. Mereka menilai doa bersama merupakan tradisi yang lazim dilakukan masyarakat, terutama dalam menyikapi berbagai peristiwa atau sebagai ungkapan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan.
Tokoh masyarakat setempat pun mengimbau agar publik tidak menafsirkan kegiatan tersebut secara berlebihan. Menurutnya, tradisi tahlilan merupakan bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan warga yang telah berlangsung turun-temurun.
Imbauan untuk Tidak Berspekulasi
Pihak kepresidenan mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial tanpa mengetahui konteks yang utuh. Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mengaitkan kegiatan keagamaan dengan isu-isu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik terkait viralnya tahlilan di depan rumah Jokowi dapat mereda dan masyarakat kembali fokus pada aktivitas sehari-hari secara damai dan harmonis.








