Tim SAR temukan korban hilang di hutan Tutuyan Sulut dalam kondisi lemah

by -398 Views

Tim SAR temukan korban hilang di hutan Tutuyan Sulut dalam kondisi lemah

Korban Hilang Dua Hari di Hutan Tutuyan Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan dalam Kondisi Lemah namun Sadar

News Tutuyan – Operasi pencarian intensif yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga bernama Jefry Tumuyu (57), penduduk Desa Kakenturan Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, yang hilang selama dua hari di kawasan hutan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, berhasil ditemukan dalam kondisi lemah namun sadar. Penemuan ini menjadi akhir dari proses pencarian yang penuh tantangan, melibatkan medan terjal, aliran sungai deras, serta cuaca tidak menentu.

Menurut keterangan resmi Humas Kantor SAR Manado, Nuriadin Gumeleng, operasi pencarian dimulai setelah laporan kehilangan disampaikan oleh rekan-rekan korban. Pada Sabtu, 12 Juli 2025, pukul 13:17 WITA, unit pencarian dan pertolongan (Search and Rescue Unit/SRU) berhasil mendeteksi panas tubuh di tepian sungai menggunakan perangkat thermal kamera yang dipasang pada drone pencarian.

“Unit pencarian dan pertolongan unit dua pada pukul 13:17 WITA mendeteksi panas tubuh di tepian sungai. Korban ditemukan dalam kondisi lemah tetapi sadar,” jelas Nuriadin di Manado, Minggu.

Setelah ditemukan, tim medis yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal. Korban diketahui mengalami kelelahan ekstrem, dehidrasi, serta luka-luka ringan akibat perjalanan di medan hutan yang sulit. Setelah kondisi awal distabilkan, korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk menjalani perawatan lanjutan.


Dua Hari Hilang di Hutan Tutuyan: Kronologi Kejadian

Hilangnya Jefry Tumuyu bermula pada Kamis, 10 Juli 2025, ketika ia bersama enam rekannya memasuki hutan Tutuyan untuk berburu tikus hutan—aktivitas tradisional masyarakat setempat yang biasa dilakukan di area hutan Boltim.

Kronologi kejadian lengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Pukul 16:00 WITA (10 Juli 2025)
    Jefry dan enam rekannya memasuki hutan Tutuyan. Perjalanan mereka awalnya berjalan normal, mengikuti jalur yang sudah biasa dilalui warga setempat.

  2. Tiba di Aliran Sungai
    Saat kelompok tiba di sebuah sungai, Jefry memutuskan menyeberang sendiri untuk mengejar suara hewan buruan. Sementara itu, enam rekannya memilih mengambil jalur bukit yang berada di sisi kanan sungai.

  3. Kontak Visual Terputus
    Sejak saat inilah kontak visual antara Jefry dan kelompoknya terputus. Rekan-rekannya mengira bahwa korban hanya mengambil jalur lain yang akan bertemu kembali di titik tertentu.

  4. Upaya Pencarian Mandiri
    Setelah beberapa jam tidak kunjung menemukan Jefry, rekan-rekannya mulai melakukan pencarian mandiri. Mereka menemukan jejak korban di tepian sungai, namun jejak tersebut putus sekitar puluhan meter dari lokasi awal.

  5. Laporan ke Kantor SAR Manado
    Menyadari kondisi sudah darurat dan medan pencarian semakin sulit, kelompok ini kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Manado.


Operasi SAR: Dua SRU Dikerahkan, Drone Thermal Jadi Kunci

Setelah laporan diterima, Kantor SAR Manado bergerak cepat. Pada Sabtu pagi, pukul 07:00 WITA, tim SAR gabungan membentuk dua Search & Rescue Unit (SRU) dengan pola pencarian berbeda:

🔶 SRU-1: Penyisiran Jalur Darat

  • Menyisir area hutan menyusuri jalur bukit, semak lebat, dan tebing rendah.

  • Medan darat tergolong berat: tanah licin, batuan basah, dan vegetasi rapat.

  • Tim darat berusaha mencari jejak kaki, bekas pijakan, atau tanda-tanda aktivitas manusia.

🔶 SRU-2: Penelusuran Aliran Sungai

  • Menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet (rubber boat).

  • Mengandalkan drone thermal untuk mendeteksi jejak panas tubuh di area yang sulit dijangkau.

  • Fokus pencarian diarahkan pada area yang berpotensi menjadi tempat korban bertahan hidup: tepian sungai, batu besar, serta celah vegetasi.

Drone thermal akhirnya menjadi kunci keberhasilan pencarian. Pada pukul 13:17 WITA, SRU-2 mendeteksi sinyal panas tubuh di tepian sungai—indikator kuat bahwa seseorang berada di area itu.


Kondisi Korban Saat Ditemukan

Ketika tim SAR tiba di lokasi temuan, Jefry ditemukan:

  • dalam kondisi lemah tetapi sadar,

  • mengalami dehidrasi berat,

  • lemas akibat tidak makan selama hampir dua hari,

  • memiliki beberapa goresan pada kaki dan tangan akibat semak dan batu tajam,

  • serta menunjukkan tanda-tanda kehilangan energi, namun tetap responsif.

Petugas SAR memberi pertolongan pertama berupa:

  • pemberian cairan elektrolit,

  • pengamanan suhu tubuh,

  • pemeriksaan tanda vital,

  • dan penyiapan evakuasi ke titik aman.

Jefry kemudian dievakuasi melalui jalur sungai menuju titik penjemputan terdekat, sebelum diserahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk perawatan lebih lanjut.


Medan Hutan Tutuyan: Tantangan Berlapis bagi Tim SAR

Hutan Tutuyan dikenal sebagai wilayah dengan:

  • kontur berbukit dan berbatu,

  • aliran sungai deras,

  • vegetasi lebat yang membatasi pandangan,

  • serta minimnya akses kendaraan.

Cuaca di wilayah tersebut juga sering berubah cepat: kabut tebal, hujan mendadak, dan angin lembab sering kali memperlambat proses pencarian.

Karena itu, operasi SAR di wilayah seperti Tutuyan membutuhkan peralatan yang memadai, koordinasi ketat, serta personel yang memahami karakteristik medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.