Polisi ringkus geng motor yang meresahkan warga

by -401 Views

Polisi ringkus geng motor yang meresahkan warga

News Tutuyan – Polisi dari Kepolisian Resor Kota Besar Makassar (Polrestabes Makassar) berhasil meringkus lima anggota geng motor yang terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok di Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan. Tawuran brutal ini tak hanya melibatkan senjata tajam dan busur panah, tetapi juga disiarkan secara langsung melalui media sosial hingga viral dan menimbulkan keresahan luas di kalangan masyarakat.

Kapolrestabes Makassar Arya Perdana menjelaskan bahwa aksi tawuran tersebut terjadi setelah dua kelompok geng motor, yakni geng Trobos dan geng Waser, saling menantang dan menghina satu sama lain di media sosial. Tantangan itu kemudian berujung pada kesepakatan untuk bertemu dan melakukan tawuran terbuka.

“Saat tawuran antargeng ini, ada satu orang warga terluka terkena anak panah. Korban ini bukan pelaku, tapi kebetulan melintas di lokasi kejadian,” ujar Kapolres Arya Perdana dalam keterangannya, Jumat (15/10/2025).

Tawuran Disiarkan Langsung, Undang Massa

Menurut keterangan polisi, tawuran ini bermula saat geng Waser melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial dengan melontarkan hinaan terhadap ibu salah satu anggota geng Trobos. Tak terima dengan ejekan tersebut, geng Trobos kemudian membalas tantangan dan sepakat bertemu di Jalan Antang Raya.

Ironisnya, aksi tawuran tersebut justru disiarkan kembali secara langsung oleh anggota geng di akun media sosial mereka. Akibatnya, semakin banyak anggota kedua geng berdatangan ke lokasi untuk ikut dalam bentrokan. Dalam video yang viral di dunia maya, pelaku bahkan secara terbuka mengajak anggota geng lainnya untuk “bergabung” dalam tawuran.

Bentrokan Brutal Gunakan Senjata Tajam

Aksi tawuran berlangsung cukup lama dan menimbulkan kepanikan warga sekitar. Kedua kelompok saling serang menggunakan berbagai jenis senjata berbahaya, mulai dari balok kayu, besi, hingga busur dan anak panah. Warga setempat yang khawatir bentrokan semakin meluas, kemudian berinisiatif membubarkan massa sambil menghubungi pihak kepolisian.

Tim gabungan dari Kepolisian Sektor Manggala dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Polisi melakukan penyisiran dan berhasil menangkap lima orang pelaku tawuran. Dari kelima pelaku tersebut, tiga di antaranya masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita berbagai barang bukti berupa senjata tajam, busur dan anak panah, balok kayu, besi, serta beberapa unit sepeda motor yang digunakan pelaku. Para pelaku kemudian digiring ke Mapolsek Manggala untuk proses hukum lebih lanjut.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang Tindak Pidana Kekerasan Secara Bersama-sama di Muka Umum. Ancaman hukuman maksimal untuk pelaku adalah 5 tahun 6 bulan penjara.

Polisi Imbau Orang Tua Awasi Anak

Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal jalanan lainnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda aksi tawuran.

“Tawuran antargeng seperti ini sangat meresahkan warga. Kami akan tindak tegas siapa pun pelakunya. Kami juga meminta peran aktif orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terpengaruh ajakan kelompok geng motor,” tegas Arya Perdana.

Tawuran Geng Motor Jadi Fenomena Serius

Fenomena tawuran antargeng motor bukan kali pertama terjadi di Makassar. Dalam beberapa tahun terakhir, aksi serupa sering kali dipicu oleh perselisihan sepele di media sosial, seperti ejekan, hinaan, atau perebutan pengaruh di wilayah tertentu. Aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan operasi gabungan untuk menekan aksi kekerasan jalanan ini.

Selain patroli rutin, kepolisian juga tengah memperkuat pendekatan preventif melalui kerja sama dengan sekolah, kampus, dan organisasi masyarakat. Tujuannya untuk mencegah generasi muda terjerumus ke dalam aktivitas geng motor yang kerap berujung kriminalitas.

Dengan penangkapan lima pelaku ini, polisi berharap dapat memberikan efek jera dan mencegah munculnya bentrokan serupa di masa mendatang. Warga pun diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta proaktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.