, ,

Polda Riau Bersihkan Sungai Kuantan dari Tambang Emas Ilegal Jelang Festival Pacu Jalur

by -502 Views

News Tutuyan – Polda Riau Bersihkan Sungai Kuantan dari Tambang Emas Ilegal Jelang Festival Pacu Jalur Kepolisian Daerah Riau, melalui Polres Kuantan Singingi (Kuansing) bersama sejumlah instansi terkait, pembekuan 55 rakit penambangan emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di sepanjang Sungai Kuantan. Langkah ini merupakan bagian dari operasi besar berskala regional untuk menanggulangi pencemaran lingkungan dan merestorasi ekosistem sungai yang sempat rusak parah.

Langkah Tegas dan Terarah

Operasi penertiban dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Kuansing, AKP Refriadi, yang memimpin patroli sungai menggunakan enam unit speedboat. Tim gabungan yang dikerahkan melibatkan Satpol PP Kuansing, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Direktorat Polisi Air Polda Riau. Basis operasi dimulai dari kawasan Pacu Jalur Tepian Nyiur Malambai, Desa Sikakak, kecamatan Cerenti.

Wilayah penertiban meliputi:

  • Desa Pulau Bayur (35 rakit PETI),

  • Desa Teluk Pauh (20 rakit PETI),

  • Ditambah beberapa rakit lain di Desa Sikakak dan Pulau Jambu—yang langsung ditindak tegas oleh aparat dan dihancurkan saat ditemukan.

AKP Refriadi menegaskan bahwa para pelaku mendapat kesempatan untuk mengungkap secara mandiri hingga sore hari. Namun, karena tidak ditindaklanjuti, aparat langsung memutar rakit tersebut di lapangan tanpa kompromi.

Tim Gabungan Polres Kuansing dan Polda Riau Lakukan Patroli Penertiban PETI di Aliran Sungai Kuantan | baraNews Riau

Baca Juga: Mahasiswa Bertemu Istana Suarakan Guru Honorer hingga Isu Demonstrasi

Tujuan: Pemulihan Ekosistem dan Budaya Lokal

Pemusnahan rakit PETI ini disambut gembira oleh berbagai pihak karena air Sungai Kuantan telah kembali jernih, menjelang Festival Pacu Jalur 2025—sebuah tradisi budaya tahunan penting di Riau.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menyatakan bahwa keberhasilan operasi ini menjadi berkah bagi lingkungan dan budaya. Ia mengungkapkan bahwa kini masyarakat dapat kembali menikmati sungai untuk rekreasi dan tradisi pesta perahu, sementara ekosistem akuatik mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, termasuk munculnya kembali ikan kecil di air sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kuansing juga menyampaikan bahwa kejernihan air yang baru ini belum pernah terjadi dalam 20 tahun terakhir. Ia mengapresiasi kinerja tim gabungan serta mengimbau masyarakat menjaga kondisi ini agar berkelanjutan.

Keseriusan Penegakan Hukum

Kapolsek Cerenti, AKP Beni A. Siregar, menegaskan bahwa pemberantasan PETI bukan hanya soal menindak alat, tetapi juga mengedukasi masyarakat. Ia meminta kepala desa mendampingi warganya agar tidak mencuri kembali melakukan aktivitas ilegal serupa. Sosialisasi dan dialog dengan masyarakat terus dilakukan secara intensif agar efek positif operasi ini tidak hilang begitu saja.

Lebih jauh lagi, Polda Riau sebelumnya juga telah melakukan beberapa fase operasi PETI:

  • Pada bulan Agustus, sekitar 24 rakit PETI memperingati acara Pacu Jalur.

  • Dalam operasi lanjutan selama 14 hari, lebih dari 200 rakit berhasil dihancurkan, dan sejumlah pelaku dikenakan proses hukum.

  • Tak hanya penindakan, Polda Riau juga menyosialisasikan alternatif mata pencaharian seperti pertanian dan peternakan agar warga tidak bergantung pada aktivitas penambangan ilegal.

Kerja keras Polda Riau dan seluruh tim gabungan menandai respons konkret dalam menghadirkan solusi ekologis dan sosial. Kampanye Green Policing serta pendekatan terpadu dengan pemerintah daerah membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan sinergi dengan upaya penegakan hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.