News Tutuyan– Semangat untuk memberikan kesempatan kedua melalui jalur pendidikan kembali digaungkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado. Lapas resmi membuka program kesetaraan Paket A, B, dan C tahun ajaran 2025/2026 yang diikuti sebanyak 223 warga binaan.
Program ini kembali menghadirkan kolaborasi dengan PKBM Denny Smart, lembaga pendidikan nonformal asal Minahasa Utara yang selama beberapa tahun terakhir menjadi mitra pengajar di Lapas.
Pendidikan sebagai Hak Dasar
“Program ini diperuntukkan bagi warga binaan agar memperoleh hak pendidikan yang layak dan setara sebagaimana warga negara lainnya,” ungkap Denny Yulianto Ciremai Hutauruk, SPd, guru sekaligus pemilik PKBM Denny Smart.
Menurutnya, kesempatan belajar di balik jeruji bukan hanya untuk mengejar ijazah, tetapi juga membuka pintu bagi para peserta untuk kembali bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Materi yang Relevan dengan Dunia Kerja

Baca Juga: Polsek Tutuyan Salurkan 1 Ton Beras Murah Warga Serbu Lokasi Penjualan
Tahun ini, program difokuskan pada materi komputer dan Bahasa Inggris, dengan dua kali pertemuan setiap minggu. Harapannya, bekal keterampilan praktis ini dapat membantu para warga binaan menghadapi dunia kerja setelah bebas nanti.
Kepala Lapas IIA Manado, Yosafat Rizanto, A.Md.IP, S.H, M.Si, menegaskan pentingnya pendidikan dalam proses pembinaan.
“Ini akan menjadi persiapan menghadapi tantangan di luar nanti. Saya berharap pendidikan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Acara pembukaan yang digelar di aula Lapas turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Minahasa Utara. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti dukungan bahwa memang merupakan hak universal, tanpa terkecuali bagi warga binaan.
Olga Ngongoloy Watania, SPd, MPd, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat dan PAUD, menilai program ini sebagai langkah konkret dalam memajukan pendidikan sekaligus memulihkan martabat manusia.
“Ini bukan hanya soal belajar membaca atau menulis, tapi juga proses pemulihan martabat. Dengan bekal mereka bisa kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Program kesetaraan ini sejalan dengan prinsip bahwa adalah hak semua orang, kapan pun dan di mana pun berada.







