News Tutuyan – Pemerintah memutuskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya akan diberikan pada hari sekolah. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan efisien.
Dengan skema ini, distribusi bantuan difokuskan pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Fokus Dukung Aktivitas Belajar
Pemberian MBG pada hari sekolah bertujuan untuk mendukung kebutuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan belajar. Asupan nutrisi yang cukup diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Korsel hasilkan Investasi Rp173 triliun
Pertimbangan Efisiensi Anggaran
Keputusan ini juga didasarkan pada pertimbangan efisiensi anggaran. Dengan membatasi pemberian pada hari sekolah, pemerintah dapat mengoptimalkan penggunaan dana tanpa mengurangi manfaat utama program.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Tetap Sasar Kelompok Prioritas
Meski hanya diberikan saat hari sekolah, program MBG tetap menyasar kelompok prioritas, seperti siswa di daerah tertentu yang membutuhkan dukungan gizi tambahan. Pemerintah memastikan bantuan tetap tepat sasaran.
Pendataan dan pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan baik.
Harapan Program Lebih Optimal
Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi siswa. Fokus pada hari sekolah dinilai sebagai pendekatan yang lebih efektif.
Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan program.









