7 Wilayah Terdampak Tsunami Minor di Sulut Akibat Gempa M 7,4 Filipina

by -371 Views

Ilustrasi tsunami

News Tutuyan — Gelombang tsunami minor dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, khususnya di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara, pada Jumat (10/10/2025) pagi. Fenomena ini merupakan dampak dari gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah perairan Filipina. Meskipun tergolong kecil, kejadian ini menunjukkan respons cepat sistem peringatan dini tsunami di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ketinggian tsunami minor tertinggi mencapai 0,17 meter (17 cm). Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, total terdapat tujuh lokasi pemantauan yang mencatat adanya anomali permukaan laut akibat gelombang tsunami minor tersebut. Dari tujuh titik tersebut, empat berada di Kepulauan Talaud, satu di wilayah Sulawesi Utara lainnya, serta dua titik di wilayah pesisir Maluku Utara.

“Gelombang tsunami minor ini terjadi sebagai respons dari gempa kuat di wilayah Filipina, namun tidak berpotensi menyebabkan kerusakan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tetapi tidak panik,” ujar Daryono dalam keterangan resminya.

Berikut rincian data titik pemantauan tsunami minor dan ketinggian gelombangnya:

  1. Essang, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara — pukul 09.08 WIB terpantau 17 cm

  2. Beo, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara — pukul 09.12 WIB terpantau 5 cm

  3. Ganalo, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara — pukul 09.09 WIB terpantau 5 cm

  4. Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara — pukul 09.06 WIB terpantau 11 cm

  5. Sangihe, Sulawesi Utara — pukul 09.29 WIB terpantau 16 cm

  6. Morotai, Maluku Utara — pukul 09.46 WIB terpantau 10 cm

  7. Halmahera Barat, Maluku Utara — pukul 09.42 WIB terpantau 5 cm

BMKG menjelaskan bahwa tsunami minor semacam ini biasanya tidak menimbulkan kerusakan, namun dapat menjadi indikator penting terhadap dinamika bawah laut dan kesiapsiagaan sistem peringatan dini. Setelah melakukan pemantauan intensif, BMKG juga mencabut peringatan dini tsunami karena tidak ada peningkatan ketinggian gelombang signifikan pada jam-jam berikutnya.

Selain Indonesia, sejumlah wilayah di Filipina bagian selatan juga melaporkan terjadinya gelombang pasang kecil dan peringatan evakuasi dini. Badan Meteorologi Filipina bekerja sama dengan BMKG dan pusat peringatan tsunami regional untuk memantau perkembangan situasi secara real time.

Pemerintah daerah di Kepulauan Talaud dan Maluku Utara juga langsung mengaktifkan sistem kesiapsiagaan bencana. Aparat BPBD setempat bersama TNI dan Polri melakukan patroli pesisir untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat yang terganggu. Warga yang sempat menjauh dari pantai pun telah kembali beraktivitas normal setelah peringatan dicabut.

“Ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia bagian timur, khususnya perbatasan dengan Filipina, merupakan kawasan aktif secara tektonik. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG,” tambah Daryono.

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya, dan hanya mengikuti arahan resmi dari lembaga berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.